Sabtu, 28 Juni 2014

Hermann Delago, Musisi Austria Pecinta Lagu Batak

Mungkin beberapa dari kita tidak mengenal dengan musisi, penyanyi, dan sekaligus komposer ini. Dia merupakan musisi kenamaan Austria yang bernama lengkap Hermann Delago, Dan Dibelakang namanya juga disisipkan dengan marga Manik.

Yang menarik dari sosok Hermann Delago adalah dia seorang musisi pelestari lagu batak. Sangat mengagumkan saat ini masih ada orang luar yang mengembangkan dan cinta dengan kebudayaan Batak, sedangkan generasi muda sekarang sudah mulai lupa dengan budayanya. Jangankan untuk mengenal budayanya untuk berbicara dengan bahasa batak itu sudah mulai pudar dipengaruhi zaman yang semakin modern dan kehidupan yang semakin maju ini.


Lain halnya dengan Hermann Delago, walau dia seorang yang bukan berasal dari keluarga Batak, tapi kecintaannya terhadap budaya indonesia khususnya budaya batak membuat dia terpanggil untuk melestarikan budaya batak itu sampai ke luar negeri. Kecintaannya tu bermula pada saat dia berlibur di Bali pada tahun 1995 silam. Pada saat itu dia mendengar lagu Butet dinyanyikan oleh seorang turis luar. Dia tertarik untuk mempelajari lagu itu. Selain menyukai melodi musik batak, Herman juga terpikat kemolekan Danau Toba dan Pulau Samosir. Bahkan kecintaannya juga dia tunjukkan dengan mempersunting gadis batak.
Menurut musisi kenamaan Austria ini melodi batak sangat indah dan mirip musik barat, bahkan lebih berkarakter. Di Austria, Herman sering membawakan lagu-lagu Batak dalam konser disejumlah negara Eropa. Ia pun mempelajari lagu-lagu batak itu secara unik yakni dengan mendengarkan dan belajar dari anak batak yang sering nyanyi dikedai tuak.
Pertemuannya yang tidak sengaja dengan musisi batak Viki Sianipar disebuah warung kopi menjadi awal lahirnya perpaduan musik tradisional dengan musik modern yang mereka tuangkan di dalam sebuah album yang bertajuk Tobatak yang direkam dan dipasarkan oleh label BSC Music Jerman. Dimana mereka berdua berkolaborasi dalam mengaransemen lagu Batak agar lebih populer dan lebih hidup.
  
Tanggapan positif pun datang dari berbagai tokoh baik itu masyarakat luas dan tentunya dari para musisi Batak. Atas partisipasinya dalam memajukan musik Batak, para tokoh Batak pun memberikan penghargaan bagi Hermann. Viki Sianipar sebagai musisi muda merasa bangga bisa berkolaborasi dengan seorang Hermann Delago seorang musisi, penyanyi sekaligus komposer kenamaan Austria dan juga menganggap ini sebuah tamparan dan pelajaran bagi generasi muda. Pelajaran yang sangat berharga agar kita menjaga warisan budaya kita baik itu lewat seni, musik ataupun tari agar terpelihara dengan baik dan menjadi warisan ke anak cucu kita kelak. "(sumber: juntak-radio)".
Jika penasaran lagi dengan Lae Herman Delago Manik, bisa di Search di situs internet lain atau di Facebook Tobatak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut